Our social:

Latest Post

Showing posts with label PSIKOFARMAKA. Show all posts
Showing posts with label PSIKOFARMAKA. Show all posts

Sunday, 6 March 2016

MAKALAH KECANDUAN OBAT dan SIRKUIT REWARD OTAK



KECANDUAN OBAT dan SIRKUIT REWARD OTAK
       I.            PENDAHULUAN

      Ketergantungan obat adalah masalah serius diberbagai belahan bumi. Sebagai contoh, di Amerika Serikat saja, lebih dari 60 juta orang mengalami adiksi nikotin, alcohol, atau kedua-duanya; 5,5 juta mengalami adiksi pada obat-abatan illegal, dan berjuta-juta lainnya mengalami adiksi pada obat-obat resep. Berhenti sejenak dan pikirkan tentang begitu besarnya kesedihan yang direpresentasikan oleh angka-angka itu, ada ratusan juta orang di dunia yang sakit dan menderita. Insiden aksi obat begitu tinggi sehingga hamper pasti bahwa Anda, atau orang yang Anda sayangi, akan mengalami akibat negatif obat-obatan.[1]
            Melihat kenyataan di dunia ini yang semakin maraknya penggunaan obat yang disalahgunakan, maka kami akan membahas makalah ini yang berjudul “Kecanduan Obat dan Sirkuit Reward Otakdalam matakuliah Psikologi Fa’al. dan adapun suatu permasalahan yang akan kami bahas di bawah ini.

    II.            RUMUSAN MASALAH
1.      Definisi Kecanduan Obat
2.      Akibat Kecanduan Obat
3.      Pengertian Sirkuit Reward Otak

 III.            PEMBAHASAN
1.    Definisi Kecanduan Obat
Ketagihan adalah perbuatan kompulsif (yang terpaksa dilakukan) dan keterlibatan yang berlebihan terhadap suatu kegiatan tertentu. Kegiatan ini bisa berupa pertaruhan (judi) atau berupa penggunaan berbagai zat, seperti obat-obatan. Obat-obatan dapat menyebabkan ketergantungan psikis saja atau ketergantungan psikis dan fisik.[2]
Kecanduan didefinisikan sebagai ketergantungan atas zat tertentu untuk berfungsi. Dalam arti klinis istilah, kecanduan harus berbahaya untuk kesehatan keseluruhan pecandu. Meskipun populer bahasa sehari-hari menggunakan “kecanduan” untuk menggambarkan jenis obsesi atau bunga, itu harus tidak benar-benar didefinisikan seperti jika tidak berbahaya. Sebagai contoh, salah satu tidak dapat “kecanduan” cheesecake atau Los Angeles Dodgers, karena seperti “kecanduan” tidak secara langsung menyebabkan fisik. Selain itu, sementara kita semua “kecanduan” oksigen, itu tidak dapat diklasifikasikan seperti itu karena oksigen sehat dan diperlukan untuk bertahan hidup.[3]
Adapun yang dimaksud dengan “toleransi obat” yaitu keadaan kepekaan yang berkurang terhadap obat yang berkembang akibat paparan obat tersebut. Toleransi obat dapat didemonstrasikan dengan dua cara: dengan menunjukan bahwa dosis tertentu memiliki efek yang lebih kecil disbanding sebelum paparan obat itu atau dengan menunjukan bahwa dibutuhkan lebih banyak obat untuk menghasilkan efek yang sama. Esensinya, ini berarti bahwa toleransi obat adalah pereseran kearah kanan pada dose-res-ponse curve (kurva respon-dosis, grafik besaran efek dosis yang berbeda-beda dari sebuah obat)[4]
Disisis lain Toleransi juga dapat diartikan sebagai kebutuhan untuk meningkatkan secara progresif dosis obat untuk menghasilkan efek yang biasanya dapat dicapai dengan dosis yang lebih kecil. Gejala putus obat terjadi jika pemakaian obat dihentikan atau jika efek obat dihalangi oleh suatu antagonis. Seseorang yang mengalami gejala putus obat, merasa sakit dan dapat menunjukkan banyak gejala, seperti sakit kepala, diare atau gemetar (tremor). Gejala putus obat dapat merupakan masalah yang seirus dan bahkan bisa berakibat fatal. [5]
2.    Akibat Kecanduan Obat
Ketergantungan psikis merupakan suatu keinginan untuk terus meminum suatu obat untuk menimbulkan rasa senang atau untuk mengurangi ketegangan dan menghindari ketidaknyamanan.
Obat-obatan yang menyebabkan ketergantungan psikis biasanya bekerja di otak dan memiliki satu atau lebih dari efek berikut ini :
a)      mengurangi kecemasan dan ketegangan
b)      menyebabkan kegembiraan, euforia (perasaan senang yang berlebihan) atau perubahan emosi yang menyenangkan lainnya
c)       menyebabkan perasaan meningkatnya kemampuan jiwa dan fisik
d)     merubah persepsi fisik.
Ketergantungan psikis dapat menjadi sangat kuat dan sulit untuk diatasi. Hal ini terjadi terutama pada obat-obatan yang merubah emosi dan sensasi, yang mempengaruhi sistim saraf pusat.
Untuk para pecandu, aktivitas yang berhubungan dengan obat menjadi bagian yang penting dalam kehidupannya sehari-hari, sehingga suatu bentuk ketagihan biasanya mempengaruhi kemampuan bekerjanya, proses belajarnya atau mempengaruhi hubungannya dengan keluarga dan teman.
Pada ketergantungan yang berat, sebagian besar fikiran dan aktivitas pecandu, tertuju pada bagaimana memperoleh dan menggunakan obat.
Seorang pecandu dapat menipu, berbohong dan mencuri untuk bisa memuaskan ketagihannya. Pecandu memiliki kesulitan untuk berhenti menggunakan obat dan seringkali kembali kepada kebiasaannya setelah beberapa saat berhenti. [6]
Bahkan jika mereka tidak membuat kecanduan fisik, obat-obatan yang paling membuat kecanduan psikologis dalam pengguna mereka. Kecanduan psikologis adalah hasrat mental untuk obat dan perasaan yang terkait dengannya. Keinginan berbeda dari kecanduan fisik yang ada gejala penarikan jarang apapun jika pecandu tidak mendapatkan nya obat pilihan. Tapi obsesi luar biasa untuk obat dapat menghancurkan sebagai kecanduan fisik dan seringkali terbukti sama menyedihkan untuk pecandu.[7]
Beberapa obat-obatan menyebabkan ketergantungan fisik, namun ketergantungan fisik tidak selalu menyertai ketergantungan psikis. Pada obat-obat yang menyebabkan ketergantungan fisik, tubuh menyesuaikan diri terhadap obat yang dipakai secara terus menerus dan menyebabkan timbulnya toleransi; sedangkan jika pemakaiannya dihentikan, akan timbul gejala putus obat.[8]
Fisik kecanduan memerlukan perubahan yang sebenarnya dalam tubuh para pecandu, dimana memerlukan obat untuk fungsi. Dalam beberapa kasus, jalur otak adalah ulang, mengubah bagaimana fungsi pikiran. Tanda umum lain kecanduan fisik adalah toleransi, dimana tubuh memerlukan jumlah yang lebih besar dan obat untuk mencapai perasaan yang sama. Berhenti menggunakan obat dari kecanduan fisik yang sering mengakibatkan penarikan gejala seperti gemetar, muntah atau kejang dapat mengambil tempat.[9]
3.      Pengertian Sirkuit Reward Otak
Dopamin adalah senyawa kimia otak yang bisa memancarkan sinyal di antara neuron-neuron otak. Dopamin adalah pusat dari sistem 'reward' otak. Sistem 'reward' adalah bagian otak yang memberikan manusia rasa senang. "Ketika orang sedang bergairah dalam cinta, terjadi perubahan suasana hati yang kemudian mempengaruhi rasa sakit," kata Dr Sean Mackey pemimpin penelitian yang dimual di jurnal PLoS One itu seperti yang dikutip Telegraph. Dopamin sangat erat hubungannya dengan kecanduan dan penghilang rasa sakit yang disebabkan oleh konsumsi morfin dan obat-obat bius lainnya. [10]
Pada individu yang vulnerable (rentan) baik yang disebabkan faktor genetik maupun faktor perkembangan, tentu saja hal ini dapat menyebabkan perilaku kompulsif dalam mengkonsumsi makanan. Mekanisme otak yang mendasarinya adalah sama dengan perilaku kompulsi dalam hal mengkonsumsi obat pada gangguan adiksi obat. Baik konsumsi makanan maupun pemakaian obat didasari oleh proses rewarding, yang berhubungan dengan peningkatan aktivitas dopamin di dalam sirkuit reward otak namun bekerja dalam cara yang berbeda. Makanan mengaktivasi sirkuit reward otak melalui palatability (dimediasi sebagian oleh opioid endogen dan kanabinoid) dan juga melalui peningkatan peptida yang memodulasi aktivitas dopamin (insulin dan leptin). Sedangkan obat mengaktivasi sirkuit yang sama secara langsung melalui efek farmakologinya (dimediasi oleh efek langsungnya pada sel dopamin atau dengan efeknya pada neurotransmiter
yang memodulasi sel dopamin seperti opioid, nikotin, GABA (gamma amino butyric acid) dan kanabinoid.[11]
fungsi setiap lokasi otak manusia adalah sebagai berikut:
  1. Otak depan: adalah area yang menentukan suatu rencana dilaksanakan atau tidak. Pada bagian ini tersimpan nilai-nilai agama, moral, adat-istiadat yang menjadi rambu-rambu tindakan yang dipelajari sejak kecil.
  2. Otak kiri: adalah area yang menentukan kemampuan berbahasa dalam menjelaskan ide-ide. Daerah ini juga merupakan daerah logika matematika.
  3. Otak kanan: adalah area rasa seni. Daerah ini menentukan kemampuan Anda dalam melukis, membuat puisi, membuat novel, dan membuat pilihan kata-kata halus dalam berbahasa.
  4. Otak kecil atau serebelum: area ini adalah area yang memiliki keterlibatan dalam banyak hal, yakni kognitif (pemikiran), afeksi (perasaan), otonom (kemandirian), nyeri, atensi (fokus, perhatian), eksekutif (pemimpin, pengambil keputusan), dan memori.
  5. Sirkuit Penghargaan atau reward circuit: di dalam otak ada zat kimia yang disebut dengan dopamin. Dalam hal belajar, dopamin ini akan membuat anak memiliki rasa senang belajar, bahkan ketagihan belajar. Ketagihan atau tidak terhadap sesuatu tergantung bagaimana kita mengelola sirkuit penghargaan ini.
  6. Sirkuit Papez: suatu jalur utama di otak besar dan berperan untuk mengontrol emosi.
  7. Area Hipokampus atau Memori: merupakan bagian yang berperan pada kegiatan mengingat (memori) dan navigasi atau penguasaan ruangan. Jika Anda gemar dan mudah menghafal sesuatu, masih bisa mengingat sifat-sifat dan kegemaran teman-teman semasa kecil Anda, atau mudah menghafal rute perjalanan maka area hipokampus Anda sangat berkembang dan bekerja dengan baik.[12]
 IV.       KESIMPULAN
Sesuai uraian di atas, kami dapat menyimpulkan bahwa yang dinamakan kecanduan obat yaitu ketergantungan atas zat tertentu untuk berfungsi. Dalam arti klinis istilah, kecanduan harus berbahaya untuk kesehatan keseluruhan pecandu. Meskipun populer dengan bahasa sehari-hari menggunakan “kecanduan” untuk menggambarkan jenis obsesi atau bunga, itu harus tidak benar-benar didefinisikan seperti jika tidak berbahaya. Dan kecanduan obat itu mempengaruhi ketergantungan psikis maupun fisik, seperti yang sudah dijelaskan di atas. Adapun yang dinamakan toleransi obat yaitu keadaan kepekaan yang berkurang terhadap obat yang berkembang akibat paparan obat tersebut. Dan Disisis lain Toleransi juga dapat diartikan sebagai kebutuhan untuk meningkatkan secara progresif dosis obat untuk menghasilkan efek yang biasanya dapat dicapai dengan dosis yang lebih kecil. Sedangkan yang dimaksud sirkuit reword otak yaitu bagian otak yang menimbulkan rasa senang, atau penghargaan terhadap otak, di dalam otak ada zat kimia yang disebut dengan dopamin. Dan dopain ini mengakibatkan rasa senang atau bahkan ketagihan, tergantung di realisasikan dalam bentuk yang negatip atau positif. Ketagihan atau tidak terhadap sesuatu tergantung bagaimana kita mengelola sirkuit penghargaan ini.
    V.       PENUTUP
Demikian pembahasan mengenai kecanduan otak dan sirkuit reward otak yang dapat kami sampaikan, semoga kita lebih paham tentang otak,  agar  bisa menjaga keutuhan otak yang kita miliki, dan bisa mengasah otak supaya lebih bermanfaat bagi kehidupan. Dan kami sangat menyadari makalah ini kurang dari kesempurnaan maka kritik dan saran yang membangun demi perbaikan dan pengembangan sangat kami harapkan. Dan semoga ini dapat menambah pengetahuan kita dan bermanfaat. Aamiin.
Daftar Pustaka
·    Pinel, Jhon P.J., Biopsikologi, terjemah, Helly Prajitno Soetjipto dan Sri Mulyanti Soetjipto, Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2009.
·    ketergantungan-obat-ketagihanhttp://www.penulis.info/4334/.html (jum’at, 23 Mei 2012, 00:34 WIB).
·    apakah-definisi-kecanduan-itu”, http://kutubuku.web.id/3000/, (Sabtu, 26 Mei 2012, 20:32 WIB)
·    cinta-mampu-menangkal-rasa-sakit”, http://cepplux.blogspot.com/2011/05/.html, minggu, 27 Mei 2012, 20:01 WIB.
·    obesitas-termasuk-gangguan-otak”, http://hil4ry.wordpress.com/2007/09/28/ /, Minggu, 27 Mei 2012, 20:18 WIB
·     “ meningkatkan-kecerdasan-anak-melalui”, http://kidsgen.blogspot.com/2011/03/.html, Minggu, 27 Mei 2012, 20:29 WIB.






[1] Jhon P.J. Pinel, Biopsikologi, terjemah, Helly Prajitno Soetjipto dan Sri Mulyanti Soetjipto, Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2009, h.469.
[2]ketergantungan-obat-ketagihan”, http://www.penulis.info/4334/.html jum’at, 23 Mei 2012, 00:34 WIB.
[3]apakah-definisi-kecanduan-itu”, http://kutubuku.web.id/3000/ , Sabtu, 26 Mei 2012,  20:32 WIB

[4] Jhon P.J. Pinel, Biopsikologi……………h.470.
[5] ketergantungan-obat-ketagihan”, http://www.penulis.info/4334/.html jum’at, 23 Mei 2012, 00:34 WIB.

[6] ketergantungan-obat-ketagihan”, http://www.penulis.info/4334/.html jum’at, 23 Mei 2012, 00:34 WIB.
[7] apakah-definisi-kecanduan-itu”, http://kutubuku.web.id/3000/ , Sabtu, 26 Mei 2012, 20:32 WIB.

[8]ketergantungan-obat-ketagihan”, http://www.penulis.info/4334/.html jum’at, 23 Mei 2012, 00:34 WIB.
.
[9] apakah-definisi-kecanduan-itu”, http://kutubuku.web.id/3000/ , Sabtu, 26 Mei 2012, 20:32 WIB

[10] cinta-mampu-menangkal-rasa-sakit http://cepplux.blogspot.com/2011/05/.html, minggu, 27 Mei 2012, 20:01 WIB.
[11] obesitas-termasuk-gangguan-otak”, http://hil4ry.wordpress.com/2007/09/28/ /, Minggu, 27 Mei 2012, 20:18 WIB.
[12] meningkatkan-kecerdasan-anak-melalui”, http://kidsgen.blogspot.com/2011/03/.html, Minggu, 27 Mei 2012, 20:29 WIB.

MAKALAH PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI INDONESIA



FAKULTAS USHULUDDIN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG
2014
PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI INDONESIA

PENDAHULUAN

     Perkembangan penyalahgunaan Narkoba dari waktu ke waktu menunjukkan kecenderungan yang semakin meningkat, bahkan kasus-kasus yang terungkap oleh jajaran Kepolisian RI hanyalah merupakan fenomena gunung es, yang hanya sebagian kecil saja yang tampak di permukaan sedangkan kedalamannya tidak terukur. Dasa dari pula bahwa masalah penyalahgunaan Narkoba merupakan masalah nasional dan internasional karena berdampak negatif yang dapat merusak serta mengancam berbagai aspek kehidupan masyarakat, bangsa dan Negara serta dapat menghambat proses pembangunan nasional.
     Sampai saat ini penyalahgunaan Narkoba di belahan dunia manapun tidak pernah kunjung berkurang, bahkan di Amerika Serikat yang dikatakan memiliki segala kemampuan sarana dan prasarana, berupa teknologi canggih dan sumber daya manusia yang profesional, ternyata angka penyalahgunaan Narkoba makin hari makin meningkat sejalan dengan perjalanan waktu.
     Di Indonesia sendiri saat ini angka penyalahgunaan Narkoba telah mencapai titik yang mengkawatirkan, karena pada saat sekitar awal tahun 1990-an masalah Narkoba masih belum popular dan oleh jaringan pengedar hanya dijadikan sebagai negara transit saja, belakangan ini telah dijadikan sebagai negara tujuan atau pangsa pasar dan bahkan dinyatakan sebagai negara produsen/pengeksport Narkoba terbesar di dunia.
     Dengan demikian perlu dicari upaya yang paling ideal, efektif dan aplikatif serta realistik dalam penanggulangan masalah Narkoba ini dengan melibatkan semua potensi baik dari unsur pemerintah, swasta, Lembaga Swadaya Masyarakat, tokoh masyarakat dan tokoh agama serta masyarakat umum perorangan maupun kelompok.


RUMUSAN MASALAH
1.      Apa itu Narkoba?
2.      Jenis-jenisnya.
3.      Penyebarannya.
4.      Kelompok berdasarkan efeknya.
5.      Pemanfaatanya.
6.      Zat-zat yang berbahaya.
PEMBAHASAN
1.      Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain "narkoba", istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif.
Semua istilah ini, baik "narkoba" ataupun "napza", mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu.[rujukan?] Namun kini persepsi itu disalahartikan akibat pemakaian di luar peruntukan dan dosis yang semestinya.
2.      Jenis
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 22 tahun 1997). Yang termasuk jenis narkotika adalah:
  • Tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tanaman ganja, dan damar ganja.
  • Garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina, serta campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan tersebut di atas.
Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang No. 5/1997). Zat yang termasuk psikotropika antara lain:
  • Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Magadon, Valium, Mandrax, Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu, LSD (Lycergic Syntetic Diethylamide) dan sebagainya.
Bahan Adiktif berbahaya lainnya adalah bahan-bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfina atau kokaina yang dapat mengganggu sistem syaraf pusat, seperti:
• Alkohol yang mengandung ethyl etanol, inhalen/sniffing (bahan pelarut) berupa zat organik (karbon) yang menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap. Contoh: lem/perekat, aceton, ether dan sebagainya.
3.      Penyebaran
Hingga kini penyebaran penyalahgunaan narkoba sudah hampir tak bisa dicegah.[rujukan?] Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.[rujukan?] Tentu saja hal ini bisa membuat orang tua, organisasi masyarakat, dan pemerintah khawatir.
Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan[rujukan?], namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba.[rujukan?] Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak adalah pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan untuk mengawasi dan mendidik anaknya agar
4.      Kelompok Berdasarkan Efek
Berdasarkan efek yang ditimbulkan terhadap pemakainya, narkoba dikelompokkan sebagai berikut:
  • Halusinogen, efek dari narkoba bisa mengakibatkan bila dikonsumsi dalam sekian dosis tertentu dapat mengakibatkan seseorang menjadi ber-halusinasi dengan melihat suatu hal/benda yang sebenarnya tidak ada / tidak nyata contohnya kokain & LSD
  • Stimulan, efek dari narkoba yang bisa mengakibatkan kerja organ tubuh seperti jantung dan otak bekerja lebih cepat dari kerja biasanya sehingga mengakibatkan seseorang lebih bertenaga untuk sementara waktu, dan cenderung membuat seorang pengguna lebih senang dan gembira untuk sementara waktu
  • Depresan, efek dari narkoba yang bisa menekan sistem syaraf pusat dan mengurangi aktivitas fungsional tubuh, sehingga pemakai merasa tenang bahkan bisa membuat pemakai tidur dan tidak sadarkan diri. Contohnya putaw
  • Adiktif, Seseorang yang sudah mengonsumsi narkoba biasanya akan ingin dan ingin lagi karena zat tertentu dalam narkoba mengakibatkan seseorang cenderung bersifat pasif, karena secara tidak langsung narkoba memutuskan syaraf-syaraf dalam otak,contohnya ganja, heroin, putaw
  • Jika terlalu lama dan sudah ketergantungan narkoba maka lambat laun organ dalam tubuh akan rusak dan jika sudah melebihi takaran maka pengguna itu akan overdosis dan akhirnya kematian
Jenis
  • Heroin atau diamorfin (INN) adalah sejenis opioid alkaloid.
Heroin adalah derivatif 3.6-diasetil dari morfin (karena itulah namanya adalah diasetilmorfin) dan disintesiskan darinya melalui asetilasi. Bentuk kristal putihnya umumnya adalah garam hidroklorida, diamorfin hidroklorida. Heroin dapat menyebabkan kecanduan.
  • Ganja (Cannabis sativa syn. Cannabis indica) adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, namun lebih dikenal karena kandungan zat narkotika pada bijinya, tetrahidrokanabinol (THC, tetra-hydro-cannabinol) yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab).
Ganja menjadi simbol budaya hippies yang pernah populer di Amerika Serikat. Hal ini biasanya dilambangkan dengan daun ganja yang berbentuk khas. Selain itu ganja dan opium juga didengungkan sebagai simbol perlawanan terhadap arus globalisme yang dipaksakan negara kapitalis terhadap negara berkembang. Di India, sebagian Sadhu yang menyembah dewa Shiva menggunakan produk derivatif ganja untuk melakukan ritual penyembahan dengan cara menghisap Hashish melalui pipa Chilam/Chillum, dan dengan meminum Bhang.
5.      Pemanfaatan
Tumbuhan ganja telah dikenal manusia sejak lama dan digunakan sebagai bahan pembuat kantung karena serat yang dihasilkannya kuat. Biji ganja juga digunakan sebagai sumber minyak.
Namun demikian, karena ganja juga dikenal sebagai sumber narkotika dan kegunaan ini lebih bernilai ekonomi, orang lebih banyak menanam untuk hal ini dan di banyak tempat disalahgunakan.
Di sejumlah negara penanaman ganja sepenuhnya dilarang. Di beberapa negara lain, penanaman ganja diperbolehkan untuk kepentingan pemanfaatan seratnya. Syaratnya adalah varietas yang ditanam harus mengandung bahan narkotika yang sangat rendah atau tidak ada sama sekali.
Sebelum ada larangan ketat terhadap penanaman ganja, di Aceh daun ganja menjadi komponen sayur dan umum disajikan.
Bagi penggunanya, daun ganja kering dibakar dan dihisap seperti rokok, dan bisa juga dihisap dengan alat khusus bertabung yang disebut bong.
  • Budidaya
Tanaman ini ditemukan hampir disetiap negara tropis. Bahkan beberapa negara beriklim dingin pun sudah mulai membudidayakannya dalam rumah kaca.
  • Morfin adalah alkaloid analgesik yang sangat kuat dan merupakan agen aktif utama yang ditemukan pada opium. Morfin bekerja langsung pada sistem saraf pusat untuk menghilangkan sakit. Efek samping morfin antara lain adalah penurunan kesadaran, euforia, rasa kantuk, lesu, dan penglihatan kabur. Morfin juga mengurangi rasa lapar, merangsang batuk, dan meyebabkan konstipasi. Morfin menimbulkan ketergantungan tinggi dibandingkan zat-zat lainnya. Pasien morfin juga dilaporkan menderita insomnia dan mimpi buruk.
Kata "morfin" berasal dari Morpheus, dewa mimpi dalam mitologi Yunani.
  • Kokain adalah senyawa sintetis yg memicu metabolisme sel menjadi sangat cepat.
Kokain merupakan alkaloid yang didapatkan dari tanaman Erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika Selatan, dimana daun dari tanaman ini biasanya dikunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan “efek stimulan”.
Saat ini Kokain masih digunakan sebagai anestetik lokal, khususnya untuk pembedahan mata, hidung dan tenggorokan, karena efek vasokonstriksif-nya juga membantu. Kokain diklasifikasikan sebagai suatu narkotika, bersama dengan morfin dan heroin karena efek adiktif.
Narkoba adalah singkatan dari Narkotika, Alkohol, dan Obat-obat berbahaya. Kadang disebut juga Napza(Narkotika, Psikotropika, dan Zat Aditif). Zat-zat tersebut dapat membuat berbagai efek samping seperti Halusinasi, ketagihan, dan efek psikologi lainnya. Cara penggunaan bisa melalui suntikan, dimakan, dihisap, atau dihirup. Contoh zat-zat berbahaya yang dikonsumi dengan cara dihisap adalah Opium yang menggunakan pipa hisapan.
6.      Zat-zat berbahaya tersebut tergolong menjadi;
Narkotika
Narkotika berasal dari bahasa Inggris "narcotics" yang artinya obat bius. Narkotika adalah bahan yang berasal dari 3 jenis tanaman Papaper Somniferum (Candu), Erythroxyion coca (kokain), dan cannabis sativa (ganja) baik murni maupun bentuk campuran. Cara kerjanya mempengaruhi susunan syaraf yang dapat membuat kita tidak merasakan apa-apa, bahkan bila bagian tubuh kita disakiti sekalipun. Jenis-jenisnya adalah:
Psikotropika
Psikotropika adalah bahan lain yang tidak mengandung narkotika, merupakan zat buatan atau hasil rekayasa yang dibuat dengan mengatur struktur kimia. Mempengaruhi atau mengubah keadaan mental dan tingkah laku pemakainya. Jenis-jenisnya adalah:
Jenis Psikotropika juga sering dikaitkan dengan istilah Amfetamin, dimana Amfetamin ada 2 jenis yaitu MDMA (metil dioksi metamfetamin) dikenal dengan nama ekstasi. Nama lain fantacy pils, inex. Kemudian jenis lain adalah Metamfetamin yang bekerja lebih lama dibanding MDMA (dapat mencapai 12 jam) dan efek halusinasinya lebih kuat. Nama lainnya shabu, SS, ice.
Zat adiktif
Zat adiktif adalah zat-zat yang bisa membuat ketagihan jika dikonsumsi secara rutin.
PENUTUP
 Kesimpulan  dan Saran
     Berdasarkan uraian terdahulu maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
Trend perkembangan kejahatan atau penyalahgunaan Narkoba di Indonesia dalam lima tahun terakhir mengalami peningkatan yang cukup berarti baik dari segi kuantitas dan kualitas maupun modus operandi yang dilakukan oleh para pengedar. Peningkatan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor baik internal maupun eksternal sebagai dampak dari kemajuan pembangunan secara umum dan dinamika politik, ekonomi, sosial-budaya dan keamanan. Penanggulangan penyalahgunaan Narkoba di Indonesia saat ini belum optimal, belum terpadu dan belum menyeluruh (holistik) serta belum mencapai hasil yang diharapkan.
     Perlunya peningkatan kualitas penyidik Polri khususnya pada Direktorat narkoba, peningkatan anggaran penyelidikan dan penyidikan kasus Narkoba, peningkatan sarana dan prasarana pendukung, guna lebih memberdayakan Polri dalam mengungkapkan kasus penyalahgunaan Narkoba. Dengan makin canggihnya modus operandi yang dilakukan jaringan pengedar dalam menyelundupkan Narkoba/prekursor masuk ke Indonesia, maka aparat Bea dan Cukai perlu untuk dilengkapi dengan sarana/peralatan deteksi Narkoba yang lebih canggih pula seperti detector canggih, dog detector (dengan anjing pelacak di Bandara) dan lain-lain sehingga dapat menggagalkan masuknya Narkoba ke Indonesia.


Referensi